Senin, 24 November 2014

RASA YANG BARU

Pernah ada, tapi cuma disana. Di ujung bukit gunung yang bentuknya bak atom yang terbelah. Sering kali bingung, sampai buat diri ini merenung, dan terkadang butuh punggung. Pernah ada, tapi Cuma disana. Di dasar laut. Berusaha berenang tapi nafas tak mampu dan terhenti tanpa dapat apa yang dituju.

Terbayang tapi tak terwujud. Haruskah mengalah pada perasaan yang tak pernah salah? Haruskah berhenti dan mencoba mengulur hati? Haruskah? Tapi ini bukan solusi yang dicari.

Rasa benci, berubah jadi rasa yang sulit untuk dimengerti. Mungkin hanya hati yang menjadi kunci. Sampai otak ini terhenti, sampai raga ini tak mampu berdiri, dan sampai jiwa ini mati. Beribu kali sulit dimengerti, amat sangat sulit.

Mungkin hanya diri sendiri yang merasakan. Tapi entah mengapa perasaan ini kuat dan yakin kau yang disana pun  merasakan. 

Bukan diri ini, tapi hati ini yang sulit diajak kompromi untuk tidak mengatakan aku ingin ditemani.

Teman, ya teman. Apa hanya teman? Bukankah berharap lebih? Hal yang sama dari hati ini. Meski bibir ini tak pernah berkata pasti, tapi ini bukan gengsi, karna sebenarnya tak punya nyali. Rasa takut yang menguasai diri menimbulkan ego yang bukan hanya untuk sendiri, tapi untuk kau yang ingin ku jadikan teman hati.

Perasaan apa ini? Apa cuma sekejap? Atau memang sudah mantap? Tapi tak mampu menatap, karna hanya mampu berharap. Perasaan apa ini? Apa ini hanya cerita roman? Tapi kenapa kau mampu membuat nyaman? Hati mulai tak tertahankan.

Ini pun sedang berusaha. Berusaha untuk menyelesaikan dan menghiraukan apa yang selama ini ditakuti. Maka buat diri ini yakin, dan buat hati ini semakin yakin. Karena terlalu lelah menunggu apalagi mencari yang tak pasti. Jadi aku disini, siap untuk ditemani.

Tolong mengerti dan pahami.

-        
  - Selvi Sahara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar