Jumat, 28 November 2014

KOMITMEN

Apa itu Komitmen? Komitmen adalah Janji. Janji pada diri kita sendiri atau orang lain yang tercermin dalam tindakan kita. Komitmen merupakan pengakuan seutuhnya, sebagai sikap yang sebenarnya berasal dari watakyang keluar dari dalam diri seseorang.

Jadi komitmen itu punya dua unsur : Niat dan Cara.
Niat bisa berubah, bisa berganti perspektif dengan satu atau lain cara.
Sama halnya dengan cara. Pengalaman, pengetahuan, tantangan yang dihadapi bisa menyebabkan seseorang mengganti cara/teknik/metode/jalan dalam rangka menempuh niat. https://id.answers.yahoo.com/question/index?qid=20090906191229AALIUCs

Lo pernah denger nggak tentang komitmen orang yang nggak mau pacaran? atau lo juga termasuk orang tersebut? Nah yang mau gue omongin disini ya tadi, komitmen tentang oang yang nggak mau pacaran. Gue apresiasi banget nih sama orang yang punya komitmen kayak gini. Tapi kalo gue sendiri sih nggak bisa jujur aja. Apalagi kalo ngomongin zaman, rasanya siapa sih yg nggak mau punya pacar? Anak SD aja yang dibilang masih bau kencur udah pada pinter nyari pacar, bahkan udah pada tau tuh sama yang namanya selingkuh. Gue kudu banyak-banyak nyebut nih, astagfirullah..  

Tapi disini beda guys, komitmen ini bentuknya positif. Kalo kita baca diatas disana dijelasin kalo komitmen punya dua unsur, niat dan cara. Kenapa gue bilang positif? Karena komitmen ini niatnya buat masa depan. Gue jelasin lagi ya, si komitmen orang yang nggak mau pacaran ini niatnya adalah nggak mau terjerumus ke dalam perbuatan maksiat, alias takut akan hal-hal yang tidak diinginkan. Dan caranya adalah tetep deket sama orang yang dia yakinin tapi nggak pake ikatan. Ya namanya  juga judulnya kan nggak mau pacaran.Tapi kalo gue pikir-pikir sih ini komitmen egois yah, secara dia nggak mau pacaran tapi dia tetep pengen deket alias pengen milikin. Bener kan? Gue juga bingung #senderan 


Sebenernya balik lagi ke masing-masing diantara mereka. Kalo mereka sama-sama yakin dan tetep berpegang teguh sama komitmen tersebut dan nggak ada keberatan satu sama lain ya nggak ada salahnya. Toh niatnya baik. Jadi ya lanjutin aja guys ;)  Ketika lo udah mantap punya komitmen ini tapi tiba-tiba lo dibayangi rasa takut lo dengan pertanyaan "Gimana kalo takdir berkata lain? atau Gimana kalo dia bukan jodoh kita? Percuma dong kita selama ini jalan jauh?". 

Heloow.. Lo nggak perlu takut, seenggaknya lo udah berusaha meski lo nggak tau kedepannya kayak gimana. Karena nggak ada usaha yang percuma dan sia-sia. 

Tapi disaat lo punya perasaan kayak gitu, artinya lo nggak percaya sama komitmen lo sendiri! Lo mesti punya harapan, meksi belum tentu dapet kepastian.Contohnya lo berharap keyakinan lo terhadap pasangan lo itu terwujud. Itu nggak masalah dan emang harus ada supaya lo punya pegangan kalo lo harus bertahan dengan komitmen lo sendiri. Kalo harapan lo itu nggak terwujud, artinya lo bakalan nemuin hal yang bikin hati lo remuk. Dan menurut gue hal itu udah biasa. Sakit itu biasa, apalagi urusan cinta. Yakin sama diri lo dan bisa yakinin pasangan lo kalo lo bener-bener yakin sama dia dan nggak mau ngancurin komitmen masing-masing. Buat dia tetep stay dihati lo jangan biarin dia pergi dari lo. Karna kalo sampe dia pergi artinya komitmen lo gagal! 


Buat cewek, nunggu itu emang nggak enak, tapi nunggu hal kayak gini itu beda, lo bakal temuin kalo komitmen lo berhasil nanti. Ya namanya juga remaja, ngomongin cinta udah wajarnya, tapi kalo jago saling percaya dan setia, siapa tau bisa sampe ke Kantor Urusan Agama (KUA). Aamiin J 


Berdoa dan berusaha itu kuncinya. Ikhtiar dan tawakal itu tolak ukurnya.Kembali lagi, jodoh dan takdir itu ditangan Tuhan. Pernah denger “Kalo Jodoh Nggak Kemana” kan? Nah percaya aja sama kalimat ini, ampuh kok bukan Cuma mitos. Tetep inget, terus berusaha dan semangat!! Semoga Bermanfaat J 

Senin, 24 November 2014

RASA YANG BARU

Pernah ada, tapi cuma disana. Di ujung bukit gunung yang bentuknya bak atom yang terbelah. Sering kali bingung, sampai buat diri ini merenung, dan terkadang butuh punggung. Pernah ada, tapi Cuma disana. Di dasar laut. Berusaha berenang tapi nafas tak mampu dan terhenti tanpa dapat apa yang dituju.

Terbayang tapi tak terwujud. Haruskah mengalah pada perasaan yang tak pernah salah? Haruskah berhenti dan mencoba mengulur hati? Haruskah? Tapi ini bukan solusi yang dicari.

Rasa benci, berubah jadi rasa yang sulit untuk dimengerti. Mungkin hanya hati yang menjadi kunci. Sampai otak ini terhenti, sampai raga ini tak mampu berdiri, dan sampai jiwa ini mati. Beribu kali sulit dimengerti, amat sangat sulit.

Mungkin hanya diri sendiri yang merasakan. Tapi entah mengapa perasaan ini kuat dan yakin kau yang disana pun  merasakan. 

Bukan diri ini, tapi hati ini yang sulit diajak kompromi untuk tidak mengatakan aku ingin ditemani.

Teman, ya teman. Apa hanya teman? Bukankah berharap lebih? Hal yang sama dari hati ini. Meski bibir ini tak pernah berkata pasti, tapi ini bukan gengsi, karna sebenarnya tak punya nyali. Rasa takut yang menguasai diri menimbulkan ego yang bukan hanya untuk sendiri, tapi untuk kau yang ingin ku jadikan teman hati.

Perasaan apa ini? Apa cuma sekejap? Atau memang sudah mantap? Tapi tak mampu menatap, karna hanya mampu berharap. Perasaan apa ini? Apa ini hanya cerita roman? Tapi kenapa kau mampu membuat nyaman? Hati mulai tak tertahankan.

Ini pun sedang berusaha. Berusaha untuk menyelesaikan dan menghiraukan apa yang selama ini ditakuti. Maka buat diri ini yakin, dan buat hati ini semakin yakin. Karena terlalu lelah menunggu apalagi mencari yang tak pasti. Jadi aku disini, siap untuk ditemani.

Tolong mengerti dan pahami.

-        
  - Selvi Sahara