Hey, Aku Disini!
Jauh rasanya untuk bisa memilikimu. Jauh pula rasanya bisa
membuatmu jatuh cinta sedikit saja padaku. Jika ini bicara masalah hati,
mungkin aku memang belum pandai mempelajarinya. Tapi setidaknya aku tahu bahwa
cinta itu ada. Dan cintaku ada pada
dirimu. Yang aku rasakan saat ini, belum dapat aku kendalikan dan aku lunakan.
Mungkin egoku yang terlalu besar membuatku mau tidak mau bertemu dengan emosi.
Haruskah aku lakukan sesuatu yang bodoh namun berarti atau aku hanya diam menyaksikan
drama yang diperankan olehmu? Kurasa ini gila!
Meski aku tahu kau acuh dengan semua perasaanku, setidaknya
kau tahu arti menghargai. Arti dimana kau harus bersikap halus meski ku tahu
sikapmu manipulasi. Jika ku katakan kau manusia yang tak punya hati, kau pasti
marah padaku bukan? Maka aku akan mengatakannya berulang-ulang agar kau marah
lebih lama dihadapanku, dan aku bisa lebih lama memandangmu. Dan mungkin itu
akan menjadikanku makhluk terbodoh dibumi ini.
Mengagumimu saja sudah membuatku
sakit. Dan yang lebih
membuat hatiku seperti diremas adalah ketika aku mengagumimu dan kau tak tahu
itu. Kau tahu rasanya? Itu sakit, amat sangat sakit. Mungkin ini hal terbodoh
yang pernah aku lakukan. Mubazir rasanya membuang waktuku sendiri hanya untuk
mengagumi seseorang yang jelas tak pernah menganggapku ada. Atau mungkin bukan tak pernah akan tetapi belum, dan kata belum itu pun mungkin hanya
harapan saja. Huh, serumit inikah duniaku.
Hey, aku disini. Bagaimana jika bermain pengandaian, aku akan
berandai-andai bisa menjadi milikmu seutuhnya. Aku rasa tak ada salahnya
berandai-andai menjadi pacarmu walau ku tahu hati ini seperti terbungkus
plastik dan tak dapat ruang oksigen sedikitpun, jika begitu kurasa hatiku akan
mati. Sesak ini tak dapat menghentikanku untuk terus mencari celah dimana pintu
hatimu dapat terbuka. Aku akan terus mencari meski taruhannya adalah harga
diri.
Bicara soal malu, sangat jelas aku saja tak ingin melihat
wajahku sendiri karna urat maluku yang sudah terputus. Dan soal harga diri yang
jadi taruhannya, aku akan tegaskan disini jika harga diriku adalah kau, kau
yang tak pernah tahu isi hati ini. Kau yang tak pernah perduli detak jatung ini
ketika kau lewat dihadapanku, kau yang tak pernah sadar bahwa aku ada untuk
kau. Untuk orang yang tak pernah aku benci meski hati ambruk diterjang sikap
dinginmu.
Hey, aku disini. Iya disini untuk lebih lama lagi merasakan
indahnya jatuh pada jurang yang sangat curam. Dan lebih lama lagi menjadi
figuran dalam drama yang kau mainkan. Sebenarnya aku bosan, dan jujur saja aku
sudah cukup lelah dengan semua yang aku lakukan ini. Rugiku karna ulahku
sendiri. Semakin bodoh bukan?
Hey, aku disini. Coba kau lihat aku sebentar saja, coba kau
pandang aku sekejap saja. Jika kau tahu perasaanku dan tak ingin membalasnya,
aku tak akan menuntut. Pandang aku sebentar saja, setelah itu kau boleh pergi
jauh dari hidupku. Jika aku menjijikan untuk dipandang olehmu, kau boleh
memandangku dengan kain yang kau tutupi dimatamu. Aku tak masalah asal kau
berdiri didepanku, agar aku bisa memandangi wajah indahmu meski kau tak
sebaliknya.
Hey, aku disini. Iya disini untuk rasa sakit yang sangat luar
biasa. Angin ini menembus kulitku,
menembus jantungku, dan merusak otakku. Ingin rasanya mencium bibirmu, memeluk
erat tubuhmu, dan memilikimu walaupun hanya dalam mimpi. Haruskah aku masuk ke
dalam neraka untuk menciummu? Dan haruskah aku masuk ke dalam neraka untuk
memelukmu? Aku mungkin memang sudah benar-benar gila, iya gila karenamu.
Hey, aku
disini. Lihat aku, pandang aku, dan hargai aku. Aku harap setelah ini kau dapat
aku miliki, ya setidaknya didalam mimpi pun aku bisa merasakan bahagia. Hey,
aku disini :’)
By: Selvi Sahara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar