Minggu, 06 April 2014

Hey, Aku Disini!

Hey, Aku Disini!
Jauh rasanya untuk bisa memilikimu. Jauh pula rasanya bisa membuatmu jatuh cinta sedikit saja padaku. Jika ini bicara masalah hati, mungkin aku memang belum pandai mempelajarinya. Tapi setidaknya aku tahu bahwa cinta itu ada.  Dan cintaku ada pada dirimu. Yang aku rasakan saat ini, belum dapat aku kendalikan dan aku lunakan. Mungkin egoku yang terlalu besar membuatku mau tidak mau bertemu dengan emosi. Haruskah aku lakukan sesuatu yang bodoh namun berarti atau aku hanya diam menyaksikan drama yang diperankan olehmu? Kurasa ini gila!

Meski aku tahu kau acuh dengan semua perasaanku, setidaknya kau tahu arti menghargai. Arti dimana kau harus bersikap halus meski ku tahu sikapmu manipulasi. Jika ku katakan kau manusia yang tak punya hati, kau pasti marah padaku bukan? Maka aku akan mengatakannya berulang-ulang agar kau marah lebih lama dihadapanku, dan aku bisa lebih lama memandangmu. Dan mungkin itu akan menjadikanku makhluk terbodoh dibumi ini.

Mengagumimu saja sudah membuatku sakit. Dan yang lebih membuat hatiku seperti diremas adalah ketika aku mengagumimu dan kau tak tahu itu. Kau tahu rasanya? Itu sakit, amat sangat sakit. Mungkin ini hal terbodoh yang pernah aku lakukan. Mubazir rasanya membuang waktuku sendiri hanya untuk mengagumi seseorang yang jelas tak pernah menganggapku ada. Atau mungkin bukan tak pernah akan tetapi belum, dan kata belum  itu pun mungkin hanya harapan saja. Huh, serumit inikah duniaku.

Hey, aku disini. Bagaimana jika bermain pengandaian, aku akan berandai-andai bisa menjadi milikmu seutuhnya. Aku rasa tak ada salahnya berandai-andai menjadi pacarmu walau ku tahu hati ini seperti terbungkus plastik dan tak dapat ruang oksigen sedikitpun, jika begitu kurasa hatiku akan mati. Sesak ini tak dapat menghentikanku untuk terus mencari celah dimana pintu hatimu dapat terbuka. Aku akan terus mencari meski taruhannya adalah harga diri.

Bicara soal malu, sangat jelas aku saja tak ingin melihat wajahku sendiri karna urat maluku yang sudah terputus. Dan soal harga diri yang jadi taruhannya, aku akan tegaskan disini jika harga diriku adalah kau, kau yang tak pernah tahu isi hati ini. Kau yang tak pernah perduli detak jatung ini ketika kau lewat dihadapanku, kau yang tak pernah sadar bahwa aku ada untuk kau. Untuk orang yang tak pernah aku benci meski hati ambruk diterjang sikap dinginmu.

Hey, aku disini. Iya disini untuk lebih lama lagi merasakan indahnya jatuh pada jurang yang sangat curam. Dan lebih lama lagi menjadi figuran dalam drama yang kau mainkan. Sebenarnya aku bosan, dan jujur saja aku sudah cukup lelah dengan semua yang aku lakukan ini. Rugiku karna ulahku sendiri. Semakin bodoh bukan?

Hey, aku disini. Coba kau lihat aku sebentar saja, coba kau pandang aku sekejap saja. Jika kau tahu perasaanku dan tak ingin membalasnya, aku tak akan menuntut. Pandang aku sebentar saja, setelah itu kau boleh pergi jauh dari hidupku. Jika aku menjijikan untuk dipandang olehmu, kau boleh memandangku dengan kain yang kau tutupi dimatamu. Aku tak masalah asal kau berdiri didepanku, agar aku bisa memandangi wajah indahmu meski kau tak sebaliknya.

Hey, aku disini. Iya disini untuk rasa sakit yang sangat luar biasa. Angin  ini menembus kulitku, menembus jantungku, dan merusak otakku. Ingin rasanya mencium bibirmu, memeluk erat tubuhmu, dan memilikimu walaupun hanya dalam mimpi. Haruskah aku masuk ke dalam neraka untuk menciummu? Dan haruskah aku masuk ke dalam neraka untuk memelukmu? Aku mungkin memang sudah benar-benar gila, iya gila karenamu.

Hey, aku disini. Lihat aku, pandang aku, dan hargai aku. Aku harap setelah ini kau dapat aku miliki, ya setidaknya didalam mimpi pun aku bisa merasakan bahagia. Hey, aku disini :’)


By: Selvi Sahara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar