Ini Semangatku, Mana Semangatmu? :)
Aku mungkin salah satu orang yang beruntung di dunia, bahkan
sangat beruntung. "Hey siapa kamu? dimana tempat tinggalmu? Apakah aku
boleh mengenalmu?". Ya, pertanyaan itu sering muncul dan terdengar
ditelingaku. Entah mereka ingin mengenalku atau mungkin mereka simpatik
denganku. Banyak sekali yang menghampiriku sekalipun aku tak tau mereka.
Bukankah aku beruntung?
Setelah mereka mengenaliku aku merasa senang karna aku
memiliki banyak teman, dan aku merasa mereka teman yang baik karna sangat
memperhatikanku sampai-sampai terkadang aku merasa diperlakukan seperti anak
kecil. Tapi aku senang itu artinya mereka perduli denganku. Dan tahukah kamu?
kata "Semangat" menjadi makanan sekaligus senjata sehari-hari
untukku. Dengan semangat aku bisa melakukan apapun. Dengan semangat aku bisa
melakukan sesuatu yang positif, bahkan terkadang negatif sekalipun, hihii.
Dengan semangat aku bisa tertawa, senang, bahagia dan yang terpenting adalah
dengan semangat aku bisa bertahan hidup.
"Kamu udah makan? Udah minum obat? Jangan lupa makan
sama minum obat yah, jangan nakal, biar cepet sembuh :)"
Yayaya kalimat pertanyaan yang sangat membosankan untukku.
Perintah langsung, Pesan singkat, Jejaring Sosial atau akun-akun pribadiku yang
lain selalu saja terdapat kalimat tersebut. Ah membacanya saja aku enggan,
apalagi mendengarnya. Terkadang aku minta untuk ditulikan sejenak ketika
kalimat itu diucapkan. Karna terlalu bosan untuk mendengarnya. Bagaimana tidak?
Semenjak Sekolah Menengah Pertama sampai sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah
Kejuruan masih saja kalimat itu muncul. Bosan !
Dan miris ketika tahu bahwa mereka ingin mengenalku karna
belas kasihan yang mereka punya untukku. Bukankah menyedihkan? Sempat ingin
berontak namun Tuhan memberikan jalan. Aku tuangkan semua curahan hatiku
pada-Nya, dan akhirnya aku sadar bahwa apa yang mereka lakukan untukku baik
untuk diriku sendiri. Mereka perduli denganku, mereka sayang padaku. Walaupun
awalnya aku sempat putus asa, bahkan sempat bosan dengan hidup. Tapi ketika
tahu aku hanya mempunyai dua pilihan, mereka akan selalu mendo’akanku tapi do’a
mereka tergantung pilihanku. Pertama, aku harus terus berdo'a agar aku bisa
sembuh dan kedua aku harus terima dan ikhlas dengan penyakitku. Sulit, ini
sangat sulit. Kadang aku terpuruk hingga membuat mataku seperti panda.
Setiap malam aku berdo’a agar aku cepat bertemu dengan
Tuhan, tapi ketika pagi aku masih bisa melihat matahari aku sangat bersyukur.
Ini mungkin membingungkan, tapi inilah yang aku rasakan. Sadar bahwa tindakanku
yang salah membuat mereka semua kecewa padaku, padahal mereka membuang waktunya
untuk mengirim pesan singkat atau hal lain hanya untuk mengingatkanku, hanya
untuk melihat aku kuat, aku sehat. Bodohnya aku yang tak pernah menghargai
perlakuan mereka padaku membuatku menyesal. Ya, mereka menyemangatkanku. Arti
semangat selama ini aku temukan pada mereka. Aku kuat, aku bisa sembuh, maka
aku harus semangat. Hari esok masih ada, masa depan menantiku. Penyakit ini
bukan hambatan untuk menggapai semua yang aku inginkan. Aku bersyukur diberikan
penyakit ini, itu artinya Tuhan sayang padaku.
Ayah, ibu, teman-teman dan orang terdekatku terimakasih untuk semangat yang
kalian berikan. Terimakasih untuk semuanya, kalian benar, aku tak selemah yang
aku pikir. Aku kuat, aku bisa sembuh. Karna semangatku sendiri aku bisa sembuh.
Ya pasti bisa !
Terimakasih.. Ini Semangatku, Mana Semangatmu? :)
By : Selvi Sahara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar