Minggu, 17 November 2013

SEMANGATKU


Ini Semangatku, Mana Semangatmu? :)

Aku mungkin salah satu orang yang beruntung di dunia, bahkan sangat beruntung. "Hey siapa kamu? dimana tempat tinggalmu? Apakah aku boleh mengenalmu?". Ya, pertanyaan itu sering muncul dan terdengar ditelingaku. Entah mereka ingin mengenalku atau mungkin mereka simpatik denganku. Banyak sekali yang menghampiriku sekalipun aku tak tau mereka. Bukankah aku beruntung?

Setelah mereka mengenaliku aku merasa senang karna aku memiliki banyak teman, dan aku merasa mereka teman yang baik karna sangat memperhatikanku sampai-sampai terkadang aku merasa diperlakukan seperti anak kecil. Tapi aku senang itu artinya mereka perduli denganku. Dan tahukah kamu? kata "Semangat" menjadi makanan sekaligus senjata sehari-hari untukku. Dengan semangat aku bisa melakukan apapun. Dengan semangat aku bisa melakukan sesuatu yang positif, bahkan terkadang negatif sekalipun, hihii. Dengan semangat aku bisa tertawa, senang, bahagia dan yang terpenting adalah dengan semangat aku bisa bertahan hidup.

"Kamu udah makan? Udah minum obat? Jangan lupa makan sama minum obat yah, jangan nakal, biar cepet sembuh :)"
Yayaya kalimat pertanyaan yang sangat membosankan untukku. Perintah langsung, Pesan singkat, Jejaring Sosial atau akun-akun pribadiku yang lain selalu saja terdapat kalimat tersebut. Ah membacanya saja aku enggan, apalagi mendengarnya. Terkadang aku minta untuk ditulikan sejenak ketika kalimat itu diucapkan. Karna terlalu bosan untuk mendengarnya. Bagaimana tidak? Semenjak Sekolah Menengah Pertama sampai sekarang aku sudah masuk Sekolah Menengah Kejuruan masih saja kalimat itu muncul. Bosan !

Dan miris ketika tahu bahwa mereka ingin mengenalku karna belas kasihan yang mereka punya untukku. Bukankah menyedihkan? Sempat ingin berontak namun Tuhan memberikan jalan. Aku tuangkan semua curahan hatiku pada-Nya, dan akhirnya aku sadar bahwa apa yang mereka lakukan untukku baik untuk diriku sendiri. Mereka perduli denganku, mereka sayang padaku. Walaupun awalnya aku sempat putus asa, bahkan sempat bosan dengan hidup. Tapi ketika tahu aku hanya mempunyai dua pilihan, mereka akan selalu mendo’akanku tapi do’a mereka tergantung pilihanku. Pertama, aku harus terus berdo'a agar aku bisa sembuh dan kedua aku harus terima dan ikhlas dengan penyakitku. Sulit, ini sangat sulit. Kadang aku terpuruk hingga membuat mataku seperti  panda.

Setiap malam aku berdo’a agar aku cepat bertemu dengan Tuhan, tapi ketika pagi aku masih bisa melihat matahari aku sangat bersyukur. Ini mungkin membingungkan, tapi inilah yang aku rasakan. Sadar bahwa tindakanku yang salah membuat mereka semua kecewa padaku, padahal mereka membuang waktunya untuk mengirim pesan singkat atau hal lain hanya untuk mengingatkanku, hanya untuk melihat aku kuat, aku sehat. Bodohnya aku yang tak pernah menghargai perlakuan mereka padaku membuatku menyesal. Ya, mereka menyemangatkanku. Arti semangat selama ini aku temukan pada mereka. Aku kuat, aku bisa sembuh, maka aku harus semangat. Hari esok masih ada, masa depan menantiku. Penyakit ini bukan hambatan untuk menggapai semua yang aku inginkan. Aku bersyukur diberikan penyakit ini, itu artinya Tuhan sayang padaku.
Ayah, ibu, teman-teman dan orang terdekatku terimakasih untuk semangat yang kalian berikan. Terimakasih untuk semuanya, kalian benar, aku tak selemah yang aku pikir. Aku kuat, aku bisa sembuh. Karna semangatku sendiri aku bisa sembuh. Ya pasti bisa !

Terimakasih.. Ini Semangatku, Mana Semangatmu? :)
 

By : Selvi Sahara

Tidak ada komentar:

Posting Komentar